Rabu, 27 November 2019


@Nailul Hidayatul Fu’ikah
HUBUNGAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
TERKAIT KEDISIPLINAN SISWA

Bismillahirohmannirohim

A.  Tinjauan Tentang Bimbingan Dan Konseling
1.    Pengertian Bimbingan.
sejak awal abad ke-20, dimulainya bimbingan yang dimunculkan oleh Frank Parson pada tahun 1908,sejak itulah para ahli bimbingan memulai layanan tentag bimbingan itu sendiri, bimbingan, proses pemberian bantuan kepada individu atau kelompok yang menghadapi permasalahan dan membutuhkan bimbingan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
Dalam firman Alloh surat Al-Kahfi ayat:10
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Artinya:
“(ingatlah) ketika ketika pemuda itu berlindung kedalam gua lalu ia berdo’a, yatuhan kami berilah rahmat kepada kami dari sisimu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kamidalam urusan kami.(Qs, Al-Kahfi:10)”
Frank parson, dalam jones, 1951. Mengatakan bahwa bimbingan sebuah bantuan yang diberikan individu dalam mempersiapkan diri, untuk mempersiapkan kemjuan dalam hal dia pilih.
Dunsmoor& Miller, dalam mcDaniel, 1969. Yang mengatakan bahwa bimbingan proses pemberian bantuan kepada individu yang secara luas dengan jalan pendidikan, melalui siswa yang dibantu untuk  memahami, mengembagkan, suatu bentuk yang baik terhadap sekolah dan kehidupan dalam masyarakat. Chiskolm, dalam McDaniel, 1959. Bimbingan yang membantu individu untuk mengenali tentang diri mereka sendiri.
Lefever, dalam mcDaniel, 959. Bimbingan adalah pendidikan suntuk mengarhkan pertumbuhan pada anak-anak muda untuk menentukan hidupnya yang diperoleh dari pengalam-pengalaman dan dapat disampaikan kepada masyarakat. Smith, dalam mcDaniel, 1959. Bimbangan adalah proses pemberian bantuan kepada individu untuk membantu mereka memperoleh pengetahuan, keterampilan, rencana dan interprestasi yang diperlukan untuk menyesuaikan diri.
Crow & crow, 1960. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan seorang laki-laki maupun perempuan, yang memiliki keperibadian terlatih, mengatur dirinya sendiri , menentukan hidupnya sendiri dan bahkan mengambil keputusan sendiri.
Tiedemen, Dalam Bernard & fullmer, 1969. Bimbingan adalah membantu seorang mejadi seorang lebih berguna, dan menjadikan diriny sebagai orang yang benar-benar sangat berguna.
Mortensen & Schmuller, 1976. Bimbingan yang dilakukan oleh para staf atau yang bersangkutan di setiap unit pendidikan, agar setiap individu dapat mengembangkan potensi atau kemampuan, kesenangan sesua dengan ide-idenya.
Jonnes, Staffire & stewert, 1970. Bantuan kepada individu untuk menentuakan pilahan-pilihan agar mampu menyesuaikan dirinya yang merupak tugas diri mereka sendiri untuk memilih jalanya sendiri, selagi itu tidak merugikan orng lain, kemampuan itu tidak harus diturunkan namun bisa dikembangkan kepada individu lainya.

2.    Pengertian Konseling
Secara garis besar konseling berasal dari bahasa latin yaitu, “consilium” yang berarti dengan atau bersaman yang diartikan menerima atau juga memahami, sedangkan dalam bahasa Angklo saxon, konseling berasal dari, “sellan” yang beararti menyerahkan atau menyampaikan. Secara garis besar istilah konseling, proses pemberian bantuan kepada individu, proses intarksi antara knselor dan konseli baik itu secara langsung, bertatap muka, maupun tidak langsung dengan mengunakan media
Menurut beberapa para ahli terdapat yaitu:
Jones 1951 mengataka konseling ialah dimana semua fakta dapat dijadika satu atau bisa disebut dkumpulkan, dalam artian dalam tingkat pendidikan siswa dapat dofokuskan pada maslah tertentu, diberikan bantuan secara pribadi, namun dia harus mampu memecahkan masalahnya dengan ssendiri, konselor hanya memberikan arahan pada masalah yang siswa tersebut alami, dengan mengajak dia mampu berfikir bgaimana dia menyelesaikan permaslahan tersebut
Lewis, dalam shertzer & Stone, 1974.  Proses dimana mengjaka sorang konseli merasa senang, nyaman melalui intraksi-intraksi, yangb bertujuan merangsang pikiran seorang konseli atau klien agar terbuku kepada konselor atas masalahnya, konselor mengajak konseli untuk mengembangkan tingkah laku yang membuat si konseli lebih berperan secara efektif bagi dirinya sendiri maupun lingkungan masyarakat.
Jadi dari pengertiana diatas dapat kita fahami knselig merupakn proses intraksi anatar konselor dan konseli, dan pemahamana tentang menyelesaikan permaslahan yang dihadapi.
B.  Pengertian Layanan Bimbingan Dan Koseling
Mengenai bimbingan dan konseling dapat dikatakan proses bantuan yang lebih aktif dan memakai sistem dalam memudahkan individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal sehinggga menjadi pribadi yang membawa hasil lebih teratur dan berfungsi.
Bimbingan dan konseling adalah suatu maksud yang memecahkan dalam memberikan layanan bantuan yang dibetikan kepada peserta didik atau siswa agar mampu memahami dirinya dengan berkembang secara optimal, dalam pengembngkan pada peserta didik, mampu mempersiapkan dirinya didalam hidupnya seperti, kehidupan sosial masyarakat, dan lingkungan sekolah Bimbingan dan konseling agar mampu memahami dirinya mengarakan dirinya, berbuat baik sesuai dengan perkembangan pada jiwanya. Dengan menciptakan lingkungan yang baik, nyaman.
C.  Jenis-Jenis Layanan Bimbingan Dan Konseling
Pelayanan bimbingan dan konseling disekolah merupakan suatu kegiatan yang terarah, pada bimbingan dan konseling yang selalu pemperhatiakan, kaya misal perkembngan peserta didik, pergantian kurikulum, memperhatiakan setiap perubahan dalam lembaya pendidikan
1.    Bagian bimbingan pribadi
Dalam bidang ini, peserta didik atau siswa dalam mengembangkan keperibadianya dengan dilandasi pengetahuan agama, bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, serta mampu mengarahkan dirinya pada hal yang mandiri.
a)    Meneguhkan sikap yang lazim serta mengembangkn pengetahuan dalam menguatkan keimanan dan ketaqwaan kepaada tuhan yang maha esa.
b)   Menjadikan  pemahaman agar menjadi pribadi yang kreatif dalam kehidupanya sehari-hari dan masa depan yang akan datang.
c)    Menjadikan pemahmn tentang bakat dan minat yag dimiliki dan dikembangkan secara luas melalui bagian dari kegiatan yang bersangkutan dengan kekreatifan.
d)   Menjadikan pengetahuan sebagai bahan dasar mengambil keputusan.
e)    Meneguhkan sebagai kemampuan untuk mengarahkn diri sesuai dengan kemantapann atau keputusan yang akan diambilnya.
f)    Menjadikan perencana untuk memperbaiki hidup yang sehat secaara jasmani atapun rohaniahnya.
2.    Bagian bimbingan sosial
Dalam bimbingan sosial yang diajarkan pada peserta didik, dimana para guru bk atau pendidik disekolah berusaha membantu peserta didik mengenal akan bimbingan sosial, lingkungan masyarakat, dan menjadi jiwa sosial yang bertangung jawab, memiliki budi pekerti didalam lingkup kemasyarakatan.
a)    Mengembangkan kemampuan para peserta didik, agar mampu  berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis secara efisien.
b)   Mengembangkan nilai moral, bertingkah laku dengan baik, dilingkungan, sekolah, rumah maupun masyarakat. dengan menata tata krama, sopan santun, dan mempunyai pengetahuan agama yang agar terwujudnya prilaku yang baik.
c)    Dapat menjalin hubungan yang baik atau dinamis kepada teman sebaya, baik dalam satu sekolah maupun berbeda sekolah, dan diluar sekolah, dalam artian diruang lingkup masyarakat.
d)   Meneguhkan kemampuan cara berfikir, dan mengeluarkan pendapat, dapat menerima pendapat orang lain, dan mampu berpendap sera dapat berargumen dengan baik.
3.    Bagian bimbingan belajar
Didalam bimbingan belajar ini, adanya layanan bimbingan konseling ini, membantu para peserta didik menumbuhkan sikap dalam belajar yang baik, mengembangkan keterampilan, mengetahui ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, dan mengarahkan para peserta didik menuju pendidikan yang lebih tinggi
a)    Pengembangkan pada sikap dengan kebiasaan belajar, mengerjakan tugas-tugas,mencari informasi, dan bersikap baik terhadap guru.
b)   Mampu mengembangkan jiwa disiplin dalam belajar, baik secara kelompok atapun individu.
c)    Mengembangkan keperibadian dengan ilmu pengetahuan yang dipelajari disekolah, dapat menumbuhkan perkembangan pribadi, disekolah atapun di lingkungan masyararakat sekitar.
D.  Kajian Tentang Kedisplinan
1.    Pengertian kedisplinan
Secara etimologi, displin  berasal dari bahsa inggris “dicipline” yang berarti pengikut, sedangakan secara terminilogis, istilh displin mengandng arti, keadaan yang tertib dimna para pengikt tnduk dengan ajara-ajaran para pemimpinya.
Menurut hurlock, dalam teorinya dapat diartikan bahwa orang tua, dan guru adalah pemimpin atas apa yang mereka perintah, maka anak atau peserta didik dapat mengikuti nya, yang bertujuan para kedua orang tua maupun guru agar menjadi insan yang brguna.
Arikonto yang berpendapat, bahwa disiplin itu pengendalian diri, membuat bentuk peraturan, tata tertib, untuk membentuk suatu dorongan untuk hal yang lbih positif, dan sadar akan baik nya mengikuti tata tertib.
Ekosiswoyo dan Rachman mengatakan, penguatan mental agar menjadi individu yang mencerminkan ketaatan pada tata tertib, dan kesadran akan tugas-tugas dan kewajibaban dalam menuntut ilmu agar mencapai tujuan.
Dapat disimpulkan dari beberapa pendapat, bahwa kedisiplinan merupakan norma peraturan yang harus ditaati, kesadaran pada jiwa seseorang agar mengert artinya bertangung jawaab sesuai pendidik harapkan.
2.    Unsur-unsur kedisplinan
Displin  merupakan penting dalam mendidik anak, sesuai dengan prilaku yang dharapkan, untuk mencapai tingkat sesuai dengan aturan.  Dalam kedisplinan terdapat beberapa pokok tentang unsur-unsur kedislinan. Peraturan, hukuman, dan penghargaan.
Didalam kedisiplinan terdapat juga pemberian motivasi, arahan tentang kedisplinan dan tata tertib.
a)    Adanya motivasi juga membawa tingkah laku seseorang, dengan motivasi mereka merasaakan bahwa motivasi itu kebutuhan untuk mencapai tujuan tersebut, motivasi juga dapt memperkuat mentaati tata tertib, dan  tingkah laku yang menjadi lebih kuat.
b)   Seorang pendidik juga mampu mengarahkan para peserta didik melalui notivasi belajar, contohnya yang rajin dalam mengerjakan tugas mendapatkan penghargaan, itu salah satu motivasi bagi siswa agar menjadi pribadi yang disiplin dalam hal apapun, terutama belajar.
c)    Pentingnya motivasi, dalam proses pembelajaran, bertujuan agar siswa bisa membentuk mental, siswa juga dapat menumbuhkan jiwa yang menaati aturan tata tertib,sehingga menjadi sseorang yang faham akan sebuah  bertanggung jawab.
d)   Motivasi juga berfungsi mengerak kan dalam artian mengarahkan tingkah laku sesorang, dari beberapa motivasi, besar kecilnya akan menentukan cepat atau lmbat seorang siswa dalam menjalnkan tugas.
e)    Keberhasilan peserta didik juga tergatung seberapa guru melakukan tangung jawabnya, dengan upaya sistem pengajaran dengn baik, guru juga dapat memberikan ajaran dengan tindakan atau dicontohkan dengan perbuatan, bukan hanya teori sehingga siswa enggan memperhatikanya.
f)    Pendidikan juga dapat mengarahkan, namun kembali lagi pada diri seorang individu tersebut, guru sudah memberi dorongan motif, memberikan pembelajaran yang maksimal, namun ketika peserta didik tersebut belum mencapai hal yang baik, mungkin bisa dibantu dengan dorongan dari lingkungan keluarga, atapun masyarakat.

SUMBER:
Prayitno. dasar-dasar bimbingan dan konseling. jakarta: PT. Rineka cipta,.2004
Nuruhsan Junika Achmad . Bimbingan Dan Konseling Dalam Berbagai Latar Belakang Kehidupan. Bandung: Refika Aditama,.2011
Ahmadi abu Dan Rohani ahmad. Bimbingan Dan Konseling Disekolah. Jakarta: PT Renika Cipta, 1991
Depetermen Agama Ri, Al-Qur’an Dan Terjemah. (Bandung: Cv Diponegoro, 2010
  Jumhur Dan Surya Moh. Bimbingan Dan Konseling Penyuluh Disekolah. Gudance And Counseling. Bandung: Ilmu,.1975



7 komentar:

@ Nailul Hidayatul Fu’ikah HUBUNGAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING TERKAIT KEDISIPLINAN SISWA Bismillahirohmannirohim A....