@Nailul Hidayatul Fu’ikah
HUBUNGAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
TERKAIT KEDISIPLINAN SISWA
Bismillahirohmannirohim
A. Tinjauan Tentang
Bimbingan Dan Konseling
1. Pengertian
Bimbingan.
sejak awal
abad ke-20, dimulainya bimbingan yang dimunculkan oleh Frank Parson pada tahun
1908,sejak itulah para ahli bimbingan memulai layanan tentag bimbingan itu
sendiri, bimbingan, proses pemberian bantuan kepada individu atau kelompok yang
menghadapi permasalahan dan membutuhkan bimbingan untuk menyelesaikan
permasalahan yang terjadi.
Dalam firman Alloh surat Al-Kahfi ayat:10
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Artinya:
“(ingatlah)
ketika ketika pemuda itu berlindung kedalam gua lalu ia berdo’a, yatuhan kami
berilah rahmat kepada kami dari sisimu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus
bagi kamidalam urusan kami.(Qs, Al-Kahfi:10)”
Frank parson, dalam jones, 1951. Mengatakan bahwa
bimbingan sebuah bantuan yang diberikan individu dalam mempersiapkan diri,
untuk mempersiapkan kemjuan dalam hal dia pilih.
Dunsmoor& Miller, dalam mcDaniel, 1969. Yang
mengatakan bahwa bimbingan proses pemberian bantuan kepada individu yang secara
luas dengan jalan pendidikan, melalui siswa yang dibantu untuk memahami, mengembagkan, suatu bentuk yang
baik terhadap sekolah dan kehidupan dalam masyarakat. Chiskolm, dalam McDaniel,
1959. Bimbingan yang membantu individu untuk mengenali tentang diri mereka
sendiri.
Lefever, dalam mcDaniel, 959. Bimbingan adalah
pendidikan suntuk mengarhkan pertumbuhan pada anak-anak muda untuk menentukan
hidupnya yang diperoleh dari pengalam-pengalaman dan dapat disampaikan kepada
masyarakat. Smith, dalam mcDaniel, 1959. Bimbangan adalah proses
pemberian bantuan kepada individu untuk membantu mereka memperoleh pengetahuan,
keterampilan, rencana dan interprestasi yang diperlukan untuk menyesuaikan
diri.
Crow & crow, 1960. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan seorang
laki-laki maupun perempuan, yang memiliki keperibadian terlatih, mengatur
dirinya sendiri , menentukan hidupnya sendiri dan bahkan mengambil keputusan
sendiri.
Tiedemen, Dalam Bernard & fullmer, 1969.
Bimbingan adalah membantu seorang mejadi seorang lebih berguna, dan menjadikan
diriny sebagai orang yang benar-benar sangat berguna.
Mortensen & Schmuller, 1976. Bimbingan yang dilakukan oleh para staf atau yang
bersangkutan di setiap unit pendidikan, agar setiap individu dapat
mengembangkan potensi atau kemampuan, kesenangan sesua dengan ide-idenya.
Jonnes, Staffire & stewert, 1970. Bantuan kepada individu untuk menentuakan
pilahan-pilihan agar mampu menyesuaikan dirinya yang merupak tugas diri mereka
sendiri untuk memilih jalanya sendiri, selagi itu tidak merugikan orng lain,
kemampuan itu tidak harus diturunkan namun bisa dikembangkan kepada individu
lainya.
2. Pengertian
Konseling
Secara garis besar konseling berasal dari bahasa latin
yaitu, “consilium” yang berarti dengan atau bersaman yang diartikan
menerima atau juga memahami, sedangkan dalam bahasa Angklo saxon, konseling
berasal dari, “sellan” yang beararti menyerahkan atau menyampaikan. Secara
garis besar istilah konseling, proses pemberian bantuan kepada individu, proses
intarksi antara knselor dan konseli baik itu secara langsung, bertatap muka,
maupun tidak langsung dengan mengunakan media
Menurut beberapa para ahli terdapat yaitu:
Jones 1951
mengataka konseling ialah dimana semua fakta dapat dijadika satu atau bisa
disebut dkumpulkan, dalam artian dalam tingkat pendidikan siswa dapat
dofokuskan pada maslah tertentu, diberikan bantuan secara pribadi, namun dia
harus mampu memecahkan masalahnya dengan ssendiri, konselor hanya memberikan
arahan pada masalah yang siswa tersebut alami, dengan mengajak dia mampu
berfikir bgaimana dia menyelesaikan permaslahan tersebut
Lewis, dalam shertzer & Stone, 1974. Proses dimana mengjaka sorang konseli merasa
senang, nyaman melalui intraksi-intraksi, yangb bertujuan merangsang pikiran
seorang konseli atau klien agar terbuku kepada konselor atas masalahnya,
konselor mengajak konseli untuk mengembangkan tingkah laku yang membuat si
konseli lebih berperan secara efektif bagi dirinya sendiri maupun lingkungan
masyarakat.
Jadi dari
pengertiana diatas dapat kita fahami knselig merupakn proses intraksi anatar
konselor dan konseli, dan pemahamana tentang menyelesaikan permaslahan yang
dihadapi.
B. Pengertian Layanan
Bimbingan Dan Koseling
Mengenai
bimbingan dan konseling dapat dikatakan proses bantuan yang lebih aktif dan
memakai sistem dalam memudahkan individu mencapai tingkat perkembangan yang
optimal sehinggga menjadi pribadi yang membawa hasil lebih teratur dan
berfungsi.
Bimbingan dan
konseling adalah suatu maksud yang memecahkan dalam memberikan layanan bantuan
yang dibetikan kepada peserta didik atau siswa agar mampu memahami dirinya
dengan berkembang secara optimal, dalam pengembngkan pada peserta didik, mampu
mempersiapkan dirinya didalam hidupnya seperti, kehidupan sosial masyarakat,
dan lingkungan sekolah Bimbingan dan konseling agar mampu memahami dirinya
mengarakan dirinya, berbuat baik sesuai dengan perkembangan pada jiwanya.
Dengan menciptakan lingkungan yang baik, nyaman.
C. Jenis-Jenis Layanan
Bimbingan Dan Konseling
Pelayanan
bimbingan dan konseling disekolah merupakan suatu kegiatan yang terarah, pada
bimbingan dan konseling yang selalu pemperhatiakan, kaya misal perkembngan
peserta didik, pergantian kurikulum, memperhatiakan setiap perubahan dalam
lembaya pendidikan
1.
Bagian bimbingan pribadi
Dalam bidang
ini, peserta didik atau siswa dalam mengembangkan keperibadianya dengan
dilandasi pengetahuan agama, bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, serta mampu
mengarahkan dirinya pada hal yang mandiri.
a)
Meneguhkan sikap yang lazim serta mengembangkn
pengetahuan dalam menguatkan keimanan dan ketaqwaan kepaada tuhan yang maha
esa.
b)
Menjadikan
pemahaman agar menjadi pribadi yang kreatif dalam kehidupanya
sehari-hari dan masa depan yang akan datang.
c)
Menjadikan pemahmn tentang bakat dan minat yag dimiliki
dan dikembangkan secara luas melalui bagian dari kegiatan yang bersangkutan
dengan kekreatifan.
d)
Menjadikan pengetahuan sebagai bahan dasar mengambil
keputusan.
e)
Meneguhkan sebagai kemampuan untuk mengarahkn diri sesuai
dengan kemantapann atau keputusan yang akan diambilnya.
f)
Menjadikan perencana untuk memperbaiki hidup yang sehat
secaara jasmani atapun rohaniahnya.
2.
Bagian bimbingan sosial
Dalam bimbingan sosial yang diajarkan pada peserta didik,
dimana para guru bk atau pendidik disekolah berusaha membantu peserta didik
mengenal akan bimbingan sosial, lingkungan masyarakat, dan menjadi jiwa sosial
yang bertangung jawab, memiliki budi pekerti didalam lingkup kemasyarakatan.
a)
Mengembangkan kemampuan para peserta didik, agar
mampu berkomunikasi baik secara lisan
maupun tertulis secara efisien.
b)
Mengembangkan nilai moral, bertingkah laku dengan baik,
dilingkungan, sekolah, rumah maupun masyarakat. dengan menata tata krama, sopan
santun, dan mempunyai pengetahuan agama yang agar terwujudnya prilaku yang
baik.
c)
Dapat menjalin hubungan yang baik atau dinamis kepada
teman sebaya, baik dalam satu sekolah maupun berbeda sekolah, dan diluar
sekolah, dalam artian diruang lingkup masyarakat.
d)
Meneguhkan kemampuan cara berfikir, dan mengeluarkan
pendapat, dapat menerima pendapat orang lain, dan mampu berpendap sera dapat
berargumen dengan baik.
3.
Bagian bimbingan belajar
Didalam
bimbingan belajar ini, adanya layanan bimbingan konseling ini, membantu para
peserta didik menumbuhkan sikap dalam belajar yang baik, mengembangkan
keterampilan, mengetahui ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, dan mengarahkan
para peserta didik menuju pendidikan yang lebih tinggi
a)
Pengembangkan pada sikap dengan kebiasaan belajar,
mengerjakan tugas-tugas,mencari informasi, dan bersikap baik terhadap guru.
b)
Mampu mengembangkan jiwa disiplin dalam belajar, baik
secara kelompok atapun individu.
c)
Mengembangkan keperibadian dengan ilmu pengetahuan yang
dipelajari disekolah, dapat menumbuhkan perkembangan pribadi, disekolah atapun
di lingkungan masyararakat sekitar.
D. Kajian Tentang
Kedisplinan
1.
Pengertian kedisplinan
Secara etimologi, displin
berasal dari bahsa inggris “dicipline” yang berarti pengikut,
sedangakan secara terminilogis, istilh displin mengandng arti, keadaan yang
tertib dimna para pengikt tnduk dengan ajara-ajaran para pemimpinya.
Menurut
hurlock, dalam teorinya dapat diartikan bahwa orang tua, dan guru adalah
pemimpin atas apa yang mereka perintah, maka anak atau peserta didik dapat
mengikuti nya, yang bertujuan para kedua orang tua maupun guru agar menjadi
insan yang brguna.
Arikonto yang
berpendapat, bahwa disiplin itu pengendalian diri, membuat bentuk peraturan,
tata tertib, untuk membentuk suatu dorongan untuk hal yang lbih positif, dan
sadar akan baik nya mengikuti tata tertib.
Ekosiswoyo dan
Rachman mengatakan, penguatan mental agar menjadi individu yang mencerminkan
ketaatan pada tata tertib, dan kesadran akan tugas-tugas dan kewajibaban dalam
menuntut ilmu agar mencapai tujuan.
Dapat
disimpulkan dari beberapa pendapat, bahwa kedisiplinan merupakan norma
peraturan yang harus ditaati, kesadaran pada jiwa seseorang agar mengert
artinya bertangung jawaab sesuai pendidik harapkan.
2.
Unsur-unsur kedisplinan
Displin merupakan
penting dalam mendidik anak, sesuai dengan prilaku yang dharapkan, untuk
mencapai tingkat sesuai dengan aturan.
Dalam kedisplinan terdapat beberapa pokok tentang unsur-unsur kedislinan.
Peraturan, hukuman, dan penghargaan.
Didalam kedisiplinan terdapat juga pemberian motivasi,
arahan tentang kedisplinan dan tata tertib.
a)
Adanya motivasi juga membawa tingkah laku seseorang,
dengan motivasi mereka merasaakan bahwa motivasi itu kebutuhan untuk mencapai
tujuan tersebut, motivasi juga dapt memperkuat mentaati tata tertib, dan tingkah laku yang menjadi lebih kuat.
b)
Seorang pendidik juga mampu mengarahkan para peserta
didik melalui notivasi belajar, contohnya yang rajin dalam mengerjakan tugas
mendapatkan penghargaan, itu salah satu motivasi bagi siswa agar menjadi
pribadi yang disiplin dalam hal apapun, terutama belajar.
c)
Pentingnya motivasi, dalam proses pembelajaran, bertujuan
agar siswa bisa membentuk mental, siswa juga dapat menumbuhkan jiwa yang
menaati aturan tata tertib,sehingga menjadi sseorang yang faham akan
sebuah bertanggung jawab.
d)
Motivasi juga berfungsi mengerak kan dalam artian
mengarahkan tingkah laku sesorang, dari beberapa motivasi, besar kecilnya akan
menentukan cepat atau lmbat seorang siswa dalam menjalnkan tugas.
e)
Keberhasilan peserta didik juga tergatung seberapa guru
melakukan tangung jawabnya, dengan upaya sistem pengajaran dengn baik, guru
juga dapat memberikan ajaran dengan tindakan atau dicontohkan dengan perbuatan,
bukan hanya teori sehingga siswa enggan memperhatikanya.
f)
Pendidikan juga dapat mengarahkan, namun kembali lagi
pada diri seorang individu tersebut, guru sudah memberi dorongan motif,
memberikan pembelajaran yang maksimal, namun ketika peserta didik tersebut
belum mencapai hal yang baik, mungkin bisa dibantu dengan dorongan dari
lingkungan keluarga, atapun masyarakat.
SUMBER:
Prayitno. dasar-dasar bimbingan dan konseling. jakarta:
PT. Rineka cipta,.2004
Nuruhsan Junika
Achmad . Bimbingan Dan Konseling Dalam Berbagai Latar Belakang Kehidupan.
Bandung: Refika Aditama,.2011
Ahmadi abu Dan
Rohani ahmad. Bimbingan Dan Konseling Disekolah. Jakarta: PT Renika
Cipta, 1991
Depetermen Agama Ri, Al-Qur’an Dan Terjemah. (Bandung:
Cv Diponegoro, 2010
Jumhur
Dan Surya Moh. Bimbingan Dan Konseling Penyuluh Disekolah. Gudance And
Counseling. Bandung: Ilmu,.1975

Good
BalasHapusMantap❤
BalasHapusBagus sangat bermanfaat
BalasHapusSip kak
BalasHapusBagus kak
BalasHapusNice sis��
BalasHapusBagus dan bermanfaat
BalasHapus