Senin, 11 November 2019

Layanan BK Bahaya Merokok Pada Siswa SMP


@nailul hidayatul fuikah

LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BAHAYA MEROKOK  PADA SISWA SMP








A.  Upaya Layanan Bimbingan Dan Konseling Disekolah
1.    Layanan Dan Bimbingan Konseling Disekolah
Layaanan yang diberikan disekolah ataupun madrasyah merupakan usaha yang membantu siswa dalam mengembangkan kehidupan pribadi, mengembangkan kegiatan belajar, sosial, dan perencanaan pengembangkan karier. Layanan konseling ini memfasilitasi pengembangkan siswa baik secara individual maupun secara kelompok atau klasikal, sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan siswa baik potensi, bakat, perkembangkan kondisi serta peluang-peluang yang dimilikinya, layanan ini juga dapat membantu mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi pesrta didik/ siswa.
a.    Pengertian bimbingan
Rumusan tentang bimbingan formal yang telah muncul sejak awal abad ke20, sejak dimulainya bimbingan yang diprakrasai oleh Frank Person pada tahun 1908, sejak itulah beberapa rumusan muncul sesuai dengan perkembangan pelayanan bimbingan itu sendiri sebai pekerjaan yang dimiliki oleh para ahli.
Bimbingan sebagai proses pemberian bantuan (process helping) kepada individu maupun kelompok, laki-laki maupun perempuan agar mampu memahami dan menerima diri, dan lingkunganya, mengarahkan diri dan dapat menyesuaikan diri secara positif.
b.   Pengertian konseling
Secara etimologis, istilah konseling berasal dari bahasa latin yaitu “counsilium” yang berarti dengn atau bersamayang dirangkai dengan menerima atau memahami. Konseling sendiri yaitu proses intraksi antara 2 orang atau lebih yang dilakukan konselor dan konseli yang dilakukan secara langsung (tatap muka), ataupun tidak langsung seperti (melalui media, via telfon, vidio call, e-mail dan lain-lain).
2.    Fungsi konseling
a)   Pemahaman, dimana fungsi pemahaman ini membantu peserta didik mampu memahami diri sendiri dan lingkungan.
b)   Pencegahan, proses pemberian bantuan kepada peserta didik agar dapat mencegah atau menghindari diri dari berbagai masalah yang dapat menghambat perkembangan dirinya sendiri,
c)    Pengentasan, membantu peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi
d)   Pemeliharanaan dan pengembangan, mengembangkan potensi yang dimiliki siswa atau peserta didik dengan bakat positif yang dimiliki.
e)    Advoaksi, membantu memperoleh dukungan, perhatian, pembelaan terkait hak dan kepentingan yang kurang mendapat apresiasi.
3.    Jenis Layanan BK
a) Layanan Orietasi
adalah layanan bimbingnan dan konseling yang dilakukan untu   memperkenalkan siswa atau seorang terhadap lingkungan  yang baru mulai dimasuki atau ditempati. Hal ini selalu menjadi perbincangan bahwa memasuki lingkungan yang baru bukanlah hal yang mudah dan selalu diterima
Layanan bagi siswa terhadap lembaga lingkungan pendidikan disekolah yang baru dimasuki. Sekolah yang baru dimasuki itu dapat memperlambat siswa dalam proses belajar, bahkan tidak dapat mencapai hasil yang maksimal seperti yang diharapkan, oleh sebab itu perlu adanya diperkenalkan pada lingkungan pendidikan yang baru itu tentang bagaimana lingkungan disekolah tersebut.
Allan & Mckean (1984) yang menegaskan bahwa tanpa program-program orietasi sebagian besar siswa dalam kaitan itu Allan & Mckeanmendapatkan beberapa hal penting yang harus diperhatikan yaitu:
·      Program orientasi, mendapat hasil yang afektif  ketika dapat mempercepat proses adaptasi yang baik untuk memberikan kemudahan mengembangkan kemampuan dalam memencahkan suatu masalah.
·      Beberapa peserta didik menglami beberapa masalah penyesuaiann ternyata kurang dapat berhasil ketika disekolah.
·      Anak-anak yang memiliki kelas ekonomi yang rendah lebih sulit untuk menyesuaikan dirinya dan memperlukan waktu yang cukup lama dibandingan dengan anak-anak yang memiliki kelas sosial yang lebih tinggi.
b)    Layanan Informasi
Layanan yang membantu peserta didik agar dapat menerima dan memahami berbagai informasi yang untuk mengetahui arah tujuan atau rencana yang dikehendaki seperti informasi diri sosial, belajar, karier atau jabatan, dll.
c) Layanan Penempatan Dan Penyaluran
Layaanan yang membantu peserta didik memperoleh penemparan atau menentukan pilihanya yang tepat, didalam kelas belajar, dalam kelompok, dalam kegiatan ekstrakulikuler dan dalam program jurusan atau program yanng sesuai.
d)   Layanan Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan yang penting diselenggarakan disekolah, untuk melaksanakan bimbingan belajar ini ada beberapa tahap seperti:
·                Pengnenalan siswa yang mengalami kesulitan atau masalah belajarnya
·                Mencari sebab-sebab timbulnya masalah belajar
·                Memberi bantuan untuk mengetaskan masalah dalam belajarnya.
e) Layanan konseling perorangan
Sebagai pelayanan khusus dalam hubungan tatap muka antara konselor dan konseli, dalam masalah ini konseli difahami dan diusahakan pengentasan dapat diselesaikan oleh konselinya sendiri. Dalam kaitan konseling dianggap sebagai layanan utama yang paling utama dalam fungsi pengentasan masalah konseli.
f)  Layanan konseling kelompok
Layanan yang membantu peserta didik atau siswa dalam menyelesaikan permasalahan pribadunya melalui tahapan atau dinamika konseling kelompok.
g) Kegiatan penunjang
Kegitan penunjang dapat dikatakan bahwa alat penunjang dan kelngkapan-kelengkapan yang paling handal dimiliki seorang konselor untuk menjalankan tugas dan pelayananya berbicara dan pandai berkomunikasi baik verbal maupun non verbal. Sesuai dengan data dan objek-objek yang dibicarakan, maka konselor harus dapat melengkapi berbagai data, keterangan dan informasi, terutama tentang klien atau konseli dan lingkunganya.


B.  Layanan Terkait Bahaya Merokok Bagi Siswa
1.    Bahaya rokok dan dampaknya
Dari aspek psikologi, merokok dapat menimbulkan relaksasi, mengurangi ketakutan dan dapat menghilangkan sejenak masalah yang menimpanya. Hal ini kemudian disadari oleh perokok sendiri bahwa kondisi yang menyeanangkan yang ditimbulkan dengan merokok, dan pada kondisi inikah timbul suatu keinginan atau kemauan hasrat untuk mengulangi prilaku tersebut.
Namun ternyata hal ini berbeda karena ynag merokok ini adalah seorang pelajar mengapa bisa begini? Karena masa remaja atau masih dikatakan anak-anak adalah masa dimana pertumbuhan dan pencapain yang hampir optimal, dan inilah mengapa anak-anak atau remaja melakukan hal-hala negatif tersebut. Padahal pada masa-masa remaja ini adalah masa dimana sangat penting dalam kehidupanya karena pertumbuhan dan perkembanganya sangatlah berpengaruh bagi kehidupan dimasa pertumbuhan untuk kedepanya.
Beberapa bahaya merokok bagi pelajar
a)   Dapat menimbulkan penyakitan pernafasan: dimana kapasitas paru-paru yang akan berkurang samapai 25% dan dapat menimbulkan terkenanya bronkitis dan pneumonia dua kali lebih tinggi.
b)   Dapat menganggu perkembangan kecerdasan: dapat mengakibatkan gangguan belajar nya terganggu dan membaca nya lebih lambat ini menunjuan bahwa anak-anak yang brumur 11 tahunan yang merokok kemampuan belajar nya bisa dikatakan terlambat samapi dengan  6 bulan kiranya.
c)    Hiperaktif merasa cepat leleh: pelajar yang sering merokok lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang tidak merokok. Ini disebabkan oleh rokok yang mengandung zat yang dapat menimbulkan anak lebih percaya diri, namun hal itu hanya bersifat sementara dan tidak dapat bertahan lama karena kapasitas paru-paru anak-anak yang merokok akan semakin berkurang seiring kebiasaan merokoknya yang dapat menimbulkan dirinya menjadi lebih cepat lelah.
d)   Dapat menimbulkan kangker otak
e)    Leukimia
f)     Jangkitan telingga
g)   Sindrom kematian mendadak.
Dari beberapa penjeaskan diatas sudah jelas bahwa bahaya merokok sangat memberikan efek yang tidak baik untuk kesehatan atau dapat dikatakn  negatif untuk anak-anak baik secara fisiologis maupun psikologis. Selain mereka karena pengaruh lingkungnya teman pergaulanya iklan juga dapat mendorong anak untuk merokok.                    
2.    Cara Mengatasi Dan Menghindari Rokok
Merokok disekolah yang dilakukan oleh siswa semakin marak, itu dikarenakan pergaulan hanya dengan satu siswa yang merokok ahirnya menimbulkan beberapa siswa lainya iku merokok.
Oleh karena itu guru-guru mata peljaran terutama guru BK disekolah harus lebih ketat dalam pengawasan kepada peserta didik atau siswanya.
Mengelilingi tempat-tempat yang sekirnya biasanya nya mereka bersembunyi untuk merokok.
a)    Mengambil tindakan yang lebih tegas kepada siswa baik disekolah maupun diluar sekolah agar mereka takut khusnya pencandu rokok berat.
b)             Perhatian dari keluarga nya juga dapat mempengaruhi berkurangnya kebiasaan merokok.
c)    Berkomunikasi yang baik dengan para perokok, mengajak untuk menyibukan diri misalnaya rajin olahraga dengan memberikan pengertian-pengertian bahaya merokok.
Selain penjelasan diatas banyak hal-hal yang positif yang dapat dilakukan untuk menghindari bahaya merokok yang negatif yang membahayakan kesehatan, cobalah menolak setiap ada kawan yang megajak merokok, lebih berfikir untuk tidak membeli rokok dan memebilakan uangnya dengan keperluan yang lebih positif seperti peralatan olahrga, buku, sepatu, tas dan lain sebagainya.

31 komentar:

  1. Teriimakasih informasinya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Terimakasih kak, sangat bermanfaat sekali..

    BalasHapus
  3. Berarti penanganan untuk seorang perokok disekolah harus ditangani secara intensig dan berjenjang ya..???
    Semoga sukses dan selalu sabar ..

    BalasHapus
  4. Bermanfaat sekali kakak.. ditunggu informasi yg selanjutnya

    BalasHapus
  5. Terimakasih kak informasinya sangat membantu

    BalasHapus
  6. terimakasih kak atas wawasan barunya sangat membantu :D

    BalasHapus
  7. Sangat mengedukasi sekali ๐Ÿ‘

    BalasHapus
  8. terima kasih mba,buat informasinya sebagai wawasan untuk kedepannya mb,

    BalasHapus
  9. Terima kasih informasi ny? Sangat bermanfaat sekali. Tapi maaf klx indonesia gak ada yg merokok mungkin indonesia gak jaya. Karena saham paling besar yaitu rokok. Dalam ilmu perpajakan rokok mendusuki peringkat ke 2 dari saham tertinggi di indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf ya ka sebelumnya,, bukan melarang merokok,, tapi memberi wawasan ketika seorang siswa ada yang merokok,, tentunya siswa yang masih remaja seperti smp,, memberi layanan sebagai calon konselor atau guru bk...tapi terimakasih juga untuk wawasanya semoga sama sama bermanfaat๐Ÿ‘

      Hapus
  10. Alhamdulillah, wawasan baru lagi

    BalasHapus
  11. Semangatt kakak. Lanjutkeun terus kakak ๐Ÿ˜‡๐Ÿ‘

    BalasHapus

@ Nailul Hidayatul Fu’ikah HUBUNGAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING TERKAIT KEDISIPLINAN SISWA Bismillahirohmannirohim A....